Translate

Minggu, 11 November 2012

Asal Mula Wilayah Negara Indonesia

Sebenarnya, siapa sih yang menentukan bahwa wilayah negara republik Indonesia itu terdiri dari pulau Sumatra, Jawa (dan sekitarnya, including Madura, Bali, NTT, dst), Kalimantan, Sulawesi, juga Papua?
Ternyata, yang menentukan adalah pada panitia perumus kemerdekaan Indonesia dulu (PPKI). Jadi, selama 3 bulan sebelum dan setelah proklamasi, mereka bekerja keras bersidang untuk menentukan segala macam hal yang diperlukan bagi sebuah bangsa yang merdeka. Dari naskah proklamasi, undang-undang dasar (UUD 1945), dasar negara (Pancasila), bentuk negara, wilayah, dan lainnya.
(Transkrip)
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Sidang Kedua
Rapat Besar tanggal 10 Juli 1945 (Lanjutan)
Waktu: 16.35 – 18.00 ( 15.05 – 16.30 WIB)
Tempat: Gedung Tyuuoo Sangi-In (sekarang departemen Luar Negeri)
Acara: Pembahasan tentang wilayah negara
Ketua sidang: Dr. K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat
(Gue nulis pokok-pokoknya aja, dari diskusi dibagian akhir rapat pembahasan ini)

Wakil ketua SOEROSO:
Sebelum distem akan saya terangkan aliran-aliran terhadap batas negara, supaya dengan begitu Tuan-tuan dapat memberi suara dengan sebaiknya. Ada 3 aliran, yaitu:
1. Memandang batasnya, ialah Hindia Belanda dahulu.
2. Hindia Belanda dahulu ditambah Borneo Utara, ditambah Papua ditambah Timor semuanya.
3. Hindia Belanda dahulu ditambah Malaka, ditambah Borneo Utara ditambah Papua ditambah Timor, dan kepulauan sekelilingnya.
Jadi, menurut apa yang saya tangkap ada 3 aliran.
….
Ketua RADJIMAN:
Saya ulangi lagi, Tuan-tuan anggota. Bagian yang diusulkan ialah:
1. Hindia Belanda dahulu.
2. Hindia Belanda dahulu, Malaka, Borneo Utara, Papua, Timor dan kepulauan sekitarnya.
Anggota SALIM:
Cara bagaimana diatur dalam Undang-undang Dasar? Sebab tidak ditentukan cara bagaimana masuknya.
Ketua RADJIMAN:
Nanti ada di dalam Undang-undang Dasar.
Anggota HATTA:
Ada satu lagi: Hindia Belanda dahulu ditambah Malaka dipotong Papua.
Wakil ketua SOEROSO:
Sekarang diangkat Komisi, terdiri dari 3 orang.
Tuan Oto Iskandardinata (kakeknya Nia Dinata, bo!-red), Abikoesno, dan Laturharhary.
Anggota OTO ISKANDARNIDATA:
Tuan-tuan yang terhormat, yang ikut mengeluarkan suara ada 66 anggota dan adanya kertas pun 66. Biarpun di antaranya itu, ada yang corak dan bentuknya kertas lain daripada yang dibagikan, tetapi panitia menentukan, ini pun dianggap sah.
(Pemungutan suara dilakukan dengan surat)
Anggota OTO ISKANDARNIDATA:
Paduka Tuan Ketua, suara yang dikeluarkan oleh anggota-anggota yang terhormat, ialah 66. Daripada 66 ini, yang jatuh kepada No. 2 ialah 39, kepada No. 1 ada 19, kepada No. 3 ada 6, yang blangko 1 dan kepada lain-lain 1, jumlahnya 66. Jadi, dengan pilihan yang baru dilakukan yang dipilih, ialah No. 2. Sekianlah. (No. 2 ialah Hindia Belanda dahulu ditambah Malaka, ditambah Borneo Utara ditambah Papua ditambah Timor, dan kepulauan sekelilingnya).
Ketua RADJIMAN:
Saya mengucapkan terima kasih kepada komisi.
Dan saya tetapkan pada saat ini, para anggota yang terhormat, yang diputuskan, yang disahkan hari ini oleh persidangan, yaitu bahwa daerah yang masuk Indonesia Merdeka: Hindia Belanda dulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Papua, Timor-Portugis, dan pulau-pulau sekitarnya.
(tepuk tangan)
Sekarang saya adakan istirahat beberapa menit, kira-kira 10-15 menit (sidang ditutup untuk beristirahat pada jam 12.05).
Pada jam 12.30 rapat dibuka lagi.
Studio, Jumat 2 Juni 2006/ 12:15 PM, dalam rangka hari jadi Pancasila bo ;) (1 Juni)
Diambil dari buku:
Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
28 Mei 1945 – 22 Agustus 1945
Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta, 1995 (Edisi III).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar